Rabu, 14 Mei 2014

Koleksi Gelar Manchester United

Berikut ini adalah koleksi trofi yang dikoleksikan oleh Manchester United yang dimenangkan dalam 8 kompetisi yang berbeda.

Liga Inggris (20 trofi)

FA PREMIER LEAGUE / FOOTBALL LEAGUE DIVISION ONE

1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965, 1967, 1993, 1994, 1996, 1997, 1999, 2000, 2001, 2003, 2007, 2008, 2009, 2011,2013

Piala FA (11 trofi)

FA Cup 

1909, 1948, 1963, 1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004


Community/Charity Shield (20 trofi)

FA CHARITY / COMMUNITY SHIELD 

1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965, 1967, 1977, 1983, 1990, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011,2013


Piala Liga (4 trofi)


FOOTBALL LEAGUE CUP

1992, 2006, 2009, 2010

Liga Champions (3 trofi)

EUROPEAN CUP / UEFA CHAMPIONS LEAGUE 

1968, 1999, 2008 

Piala Dunia Antarklub


FIFA CLUB WORLD CUP

2008

Piala Super Eropa

UEFA SUPER CUP

1991 

Piala Winners

EUROPEAN CUP WINNERS' CUP

1991

Jumlah trofi yang dikoleksi MU = 61 trofi

Manchester United vs Arsenal (28 Agustus 2011 ( 8:2 ) )


Tanggal 28 Agustus 2011 setahun yang lalu adalah tanggal yang bersejarah bagi Manchester United. Mengapa? Karena di tanggal itulah Red Devils memukul telak The Gunners Arsenal dengan skor 8-2.



Dengan dukungan 75.448 suporter di Old Trafford, pasukan Sir Alex Ferguson berhasil mengombang-ambingkan pertahanan tim London Utara itu.

Alur babak pertama

Gol pertama MU dicetak oleh Danny Welbeck lewat sundulan kepala. Memanfaatkan umpan brilian Anderson, Welbeck berhasil menyundul bola untuk mengecoh kiper Arsenal, Wojciech Szczesny.

Arsenal sempat membuat peluang emas dari titik penalti di menit ke 27. Wasit memberikan penalti kepada Arsenal karena Walcott dilanggar salah satu pemain MU. Sayang, penalti Robin van Persie berhasil digagalkan oleh kiper David de Gea.

Gol kembali tercipta di menit ke 29 lewat gol Ashley Young. Gol mantan pemain Aston Villa ini diciptakan dari luar kotak penalti dan bola melengkung di sisi gawang Szczesny.

Pada menit 41, giliran Wayne Rooney menambah keunggulan bagi 'Setan Merah'. Tendangan bebas Wayne Rooney gagal diantisipasi Szczesny.

Tertinggal tiga gol tak membuat skuad Arsenal patah arang. Menjelang turun minum, Theo Walcott berhasil memeprkecil ketertinggalan menjadi 1-3.

Alur babak kedua

Tom Cleverley nyaris menambah keunggulan MU pada menit 60. Umpan pendek satu dua memporak-porandakan pertahanan The Gunners. Cleverley yang tinggal berhadapan dengan Szczesny gagal memaksimalkan peluang.

Papan skor berubah menjadi 4-1 dimana Wayne Rooney sebagai eksekutor tendangan bebas berhasil menghujam gawang Arsenal.

Luis Nani berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Arsenal. Lolos dari jebakan offside, Nani berhasil memanfaatkan umpan Wayne Rooney pada menit 67. The Red Devils pun unggul 5-1 atas Arsenal.

Park Ji-Sung mencetak gol pada menit 70. Skema permainan indah yang diperagakan Park dan Ashley Young menambah keunggulan MU.

Van Persie akhirnya berhasil memperkecil skor pada menit 74. Namun, gol van Persie hanya menjadi gol penghibur dalam laga tersebut.

Menit ke-76, Arsenal harus bermain dengan 10 pemain. Jenkinson mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran pada Javier Hernandez.

The Red Devils terus menjelma menjadi si "Raja Tega" sehingga banyak Gooners yang mulai menitikkan air matanya di OT. Rooney menciptakan hat-trick pada menit 82 melalui titik putih. Penalti diberikan wasit setelah Patrice Evra dilanggar Walcott di kotak terlarang.

Menjelang laga berakhir, Young menutup pesta gol MU melalui tendangan indah dari sisi kiri. Hingga pertandingan berakhir, skor tetap 8-2 untuk kemenangan MU.

Minggu, 20 April 2014

Kisah Anak PSK India Menatap Masa Depan di Manchester United




Rajib Roy, remaja miskin asal India yang memiliki kesempatan unjuk kemampuan di skuat Manchester United 

Manchester: Kabar gembira datang untuk seorang remaja miskin asal India bernama Rajib Roy. Tak disangka-sangka, ia sukses menarik perhatian pencari bakat dari Manchester United. Berbekal aksinya mengolah si kulit bundar, Rajib yang masih berusia 16 tahun mendapat kesempatan untuk unjuk kemampuan di skuat MU U-19.

Rajib tinggal di daerah kumuh pada kawasan Kolkata India. Ia adalah putra dari seorang pekerja seks yang hidup serba berkecukupan. Namun tak lama lagi, Rajib berpeluang mengubah keadaannya. Jika berhasil menembus skuat MU, ia tentunya bakal memiliki banyak uang hasil kerja kerasnya di lapangan hijau.

Bakat Rajib terlacak pencari bakat MU saat ia mengikuti turnamen sepakbola di daerahnya. Setelah melewati beberapa ujian, ia akhirnya lolos dan bergabung dengan 10 remaja lainnya yang juga mengikuti tes di skuat MU U-19.

Rajib dijadwalkan tiba di Manchester delam beberapa hari lagi. Selama 15 hari, ia akan dituntut untuk memperlihatkan bakat sepakbolanya. Jika mampu lolos dari ujian yang diberikan, Rajib bakal diberikan kontrak dan membawa pulang ribuan pound setiap minggunya. 
Tumbuh di kawasan kumuh 'lampu merah' yang dihimpit kemiskinan, Rajib Roy tak pernah mengenal siapa ayah kandungnya. Namun, putra seorang mantan pekerja seks komersial (PSK) itu tak pernah berhenti bermimpi. Ia ingin menjadi pemain sepakbola dan membahagiakan sang bunda. 

Sejak kecil, Rajib rajin mengasah keterampilannya di jalanan sempit di lingkungan tempatnya tinggal, telanjang kaki dan lapar.
Kini, di usianya yang ke-16 tahun, mimpi itu mulai terwujud. Rajib terpilih untuk berlatih di klub bola papan atas Inggris, Manchester United. 

Ia membuat pihak 'Setan Merah' terkesan dengan penampilannya di turnamen sepakbola sekolah di Goa bulan lalu. Sebagai striker, ia punya kemampuan menggiring bola yang mumpuni. Bersama 11 pemain muda berbakat lain asal India, Rajib segera tiba di Old Trafford untuk menjalani pelatihan selama 15 hari. 

Ibu Rajib adalah mantan PSK yang kini menjadi pekerja di pabrik sepatu dengan gaji sekitar Rp 300 ribu per bulan. "Orang-orang terus bertanya, bagaimana rasanya menjadi anak ibuku (mantan PSK) tapi bisa mencapai prestasi seperti ini. Aku tak tahu bagaimana harus menjawabnya," kata dia seperti Liputan6.com kutip dari Daily Mail, Sabtu (19/4/2014). 

Rajib hanya mengenal sosok ibu sepanjang hidupnya. "Namun, saat pelatihku berkata, aku dipilih Manchester United, rasanya seperti aku diakui sebagai anak oleh ayahku." 

Remaja berbakat itu sehari-hari tinggal di sebuah kamar berukuran kecil bersama ibunya,  Rekha dan adiknya di kawasan Sonagachi, pinggiran Kalkuta -- tempat di mana ribuan perempuan dipaksa dan terpaksa menjual tubuhnya demi bisa melanjutkan hidup. 

Poster pemain Chelsea, Oscar -- yang punya latar belakang sama dengan Rajib: miskin -- terpampang di dinding. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, remaja berperawakan kurus dan tinggi itu kerap menahan lapar demi sepakbola. 

"Dengan uang makan yang diberi ibuku, aku tak menggunakannya untuk membeli makanan. Yang kubeli malah sepatu dan kaus bola. Memang sulit untuk berlatih dalam kondisi lapar, tapi aku bertekad untuk meraih mimpiku," kata dia kepada Times of India. 

Awal ketertarikan rajib pada sepakbola bermula saat ia masih belia. Ia kagum saat menonton anak-anak yang lebih besar menggocek bola. "Saat itu aku berpikir, kalau besar nanti, aku ingin seperti mereka dan mulai bermain. Lalu, saat aku melihat pertandingan di televisi, aku ingin menjadi pemain hebat dan mendedikasikan diriku untuk mewujudkan mimpi itu."
Andil Sang Ibu
Mimpinya yang mulai terwujud tak lepas dari andil perempuan yang melahirkannya. Dua tahun lalu, sang ibu mengirimkannya ke Rahul Vidya Niketan, sekolah untuk anak-anak PSK -- di mana Rajib ambil bagian dalam proyek sepakbola yang bertujuan mendekatkan mereka dengan masyarakat lain. 

Rajib lantas menjadi bagian dari tim West Bengal yang menjuarai National Slum Soccer Tournament di Nagpur awal tahun ini. Bulan lalu, ia dan 30 pemain bola lainnya terpilih untuk berlaga di Goa, yang didatangi Manchester United.

Rajib berharap, ia bisa bermain di klub papan atas dunia. Sebagai pemain profesional. Untuk membahagiakan ibunya, dan menyekolahkan adiknya yang berusia 9 tahun ke sekolah berbahasa Inggris. Demi masa depan mereka yang lebih baik. 

Teman Rajib, Arko Dey (17) yang ibunya menggantungkan hidup dengan berjualan penganan dari kentang dan tepung, juga terpilih berlatih di klub Manchester United. 

Arko mengatakan, ibunya menangis saat mendengarnya terpilih ke Inggris. Meski, "Selama ini kami hidup dalam kemiskinan, dan ibuku tak pernah tahu apa itu Manchester United." 

Pendiri Durbar Mahila Samanwaya Committee, Dr Samarjit Jana yang membuat program sepakbola untuk bertujuan meningkatkan taraf hidup PSK dan keluarganya mengaku bangga, dua dari 11 bocah yang terpilih berasal dari kawasan yang ia bina. 

"Ada 5 juta pekerja seks di India, dan kami hanya bisa memberikan kesempatan dan peluang pada sebagian kecil dari mereka," kata pria mulia itu. 

"Jika mereka punya kesempatan, mereka punya kesempatan untuk sukses. Dan aku yakin, anak-anak lain dengan latar belakang yang sama, akan mengikuti mereka (Rajib dan Arko)." Untuk berani bermimpi, dan bangkit meraihnya.




Sabtu, 11 Januari 2014

Profil Biodata Patrice Evra


Profil Biodata Patrice Evra


Patrice Evra
Patrice Evra
Biodata Lengkap Patrice Evra
Nama Lengkap : Patrice Latyr Evra
Tempat Lahir : Dakar, Senegal
Tanggal Lahir : 15 Mei 1981
Kebangsaan : Prancis
Posisi : Bek
Bermain di Klub : Manchester United
Berat Badan: 72 Kg.
Nomor Punggung: 3

Karir Junior: 

  • 1992–1993 : CO Les Ulis 
  • 1993–1997 : CSF Brétigny 
  • 1997–1998 : Paris Saint-Germain 

Karir Senior: 

  • 1998–1999 : Marsala 
  • 1999–2000 : Monza 
  • 2000–2002 : Nice 
  • 2002–2006 : Monaco 
  • 2006–Sekarang : Manchester United 

Karir timnas:

  • 2002–2003 : France U21 
  • 2004–Sekarang : France